Minggu, 02 Oktober 2011

Mengugat Pendidikan di Era Informasi dan Komunikasi


Berbicara mengenai pendididikan saat ini dengan menatap era informasi dan komunikasi yang kian terbuka lebar, dua hal menjadi bertentangan, satu sisi keadaan masyarakat kita sedang mengalami krisis nilai, yang tidak lepas dari ketidakberhasilan pendidikan bangsa, di sisi lain  tantangan hari esok sangat berat, yang mengharuskan keadaan bangsa kita lebih siap, sekaligus juga mempunyai kemampuan lebih agar mampu bersaing dalam era tersebut. Sementara ditelivisi disuguhkan contoh-contoh menyedihkan anak didik kita seperti, geng pelajar tawuran pelajar kebiasaan membolos, menyontek, kemalasan, ketidakdisiplinan, ketidakjujuran, dan kelemahan, , sudah jauh dari nilai-nilai sikap jiwa menolong terhadap sesama dalam berbuat kebaikan, ketidakhormatan kepada orangtua atau guru dan perilaku tidak terpuji lainnya, ditambah lagi rendahnya  prestasi belajar, kreativitas serta berinovasi. Dalam waktu bersamaan sederet prilaku oknum ,pejabat, pemimpin, masyarakat, yang tercela seperti melakukan Korupsi, Kolusi dan Nepotesme atau istilah kerennya KKN.
Itulah sebabnya pendidikan kita sering “digugat”, tantangan sekarang adalah bagaimana mendidik anak (termasuk di sekolah) untuk berbuat terpuji dan tidak terpengaruh oleh kenyataan yang tercela yang ada ditengah-tengah masyarakat. Ambil contoh : Warnet menjamur di mana-mana tentunya bisa menyuguhkan gambar-gambar berbau sex, bahkan kalo punya HP yang beraplikasi Internet bisa Internetan bisa juga munguduh/download ataupun sekedar membuka situs-situs porno, lain lagi narkoba meraja lela dll. Bagaimana mendidik anak untuk menyadari bahwa gambar berbau sex itu itu jelek dan agar tidak diikuti, bukan malah menirunya? Bagaimana mendidik anak dengan memperlihatkan narkoba agar anak tersebut tidak menyalah gunakannnya untuk membikin dirinya mabuk, bukan malah tergiur untuk mengikutinya ? Bagaimana mendidik anak dengan memperontonkan kekayaan koruptor uang berlebihan (di luar kekayaan/gaji seorang pejabat) agar anak mampu menilai atas kejahatan sang koruptor sehingga mengutuk perbuatan korupsi, bukan malah tergiur untuk ikut melakukannya.
Jawaban semestinya harus dapat kita lakukan ”. Disinilah tantangan berat bagi dunia pendidikan di negeri sekarang ini. Disamping masalah kurikulum, termasuk materi etika atau agama, masalah cara, pendekatan, dan metode pendidikan, serta sistem pendidikan pada umumnya perlu diperbaiki.
Guru sekarang sudah banyak yang di sertifikasi, fasilitas pendidikan terus dikembangkan, sekolah berorientasi gratis, tinggal kini waktunya untuk mengevaluasi, mengoreksi dan pada akhirnya mereformasi sistem pendidikan kita dalam pengertian yang absolute.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar